Top
indonesia travel photographer – Page 3 – AZ's Blog | Indonesia Photograher
fade
344
archive,paged,tag,tag-indonesia-travel-photographer,tag-344,paged-3,tag-paged-3,eltd-core-1.1.2,flow-ver-1.4,,eltd-smooth-page-transitions,ajax,eltd-blog-installed,page-template-blog-standard,eltd-header-standard,eltd-fixed-on-scroll,eltd-default-mobile-header,eltd-sticky-up-mobile-header,eltd-dropdown-slide-from-bottom,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.7,vc_responsive
AZ's Blog | Indonesia Photograher / Posts tagged "indonesia travel photographer" (Page 3)
  • All
  • Comercial
  • Editorial
  • Mobile Photography
  • My Life
  • Photojournalism
  • Planting
  • Portrait
  • Tear Sheet
  • Travel
  • Video

Tear Sheet : Sail Away

Phinisi may be the world’s last seaworthy wooden sailboats still in wide use today. The phinisi is a traditional wooden two-masted sailing ship, which were mentioned as plying the waters of Indonesia as early as the 14th century. The ships today are built at Tanjung Bira...

Phinisi may be the world’s las...

Read More

Tear Sheet : National Geographic Traveler Indonesia, Oktober 2012

Odometer, alat pengukur jarak di mobil, mencatat 4.786 kilometer. Perjalanan ini benar-benar petualangan berkendara mobil terpanjang yang pernah saya lakukan, tanpa pengemudi cadangan.       MENDUNG MENGGANTUNG di langit Selandia Baru. Malam beranjak larut. Gelap, nyaris tanpa lampu penerang. Saya menyusuri suatu ruas jalanan yang kadang mendaki panjang...

Odometer, alat pengukur ja...

Read More

Tear Sheet: The Leaf that Gives Life

In a place known better for its cigarettes, PD Taru Martani is the country’s oldest and largest cigar maker. Taru Martani was initially built under the name of N.V. Negresco in 1918. Three years later, in 1921, this cigar factory moved to Yogyakarta. After World War II was taken over by the late Sri Sultan Hamengkubuwono IX and renamed Taru Martani, Javanese for the leaves of life.

 

 

Modern, Nyaman, Brisbane

Kemegahan sebuah kota yang berpadu dengan kenyamanan hidup di sebuah komunitas budaya.   Di senja yang cerah itu, untuk kesekian kalinya, saya mendatangi sebuah taman, di daerah New Farm. Tak ada banyak orang Saya meluaskan pandangan , menatap dari kejauhan Story Bridge megah diatas sungai Brisbane. Betapa...

Kemegahan sebuah kota yang ber...

Read More

The Dreaming, Indahnya Sebuah Mimpi

The Dreaming Festival

Naskah dan Foto oleh: Ahmad Zamroni

Kabut bergelanyut diantara tegak batang pepohonan. Sebagian terbang menuju tempat yang lebih hangat.  Belukar yang daunnya telah rontok di musim gugur, tampak diantara sayup-sayup putihnya. Rumput dan tanah masih basah sisa hujan lalu. Diantara dingin desau angin di musim winter saya bergegas. Menyusuri jalan tanah dan berbatu. Gelap yang begitu cepat hadir dimusim dingin, sedikit menyulitkan saya. Di bumi perkemahan ini, beberapa kali saya berputar-putar tak tentu arah. Mencari tempat yang bagus untuk sekedar mendirikan tenda. Selain datar, kering, dan terlindung, yang tidak kalah penting tentunya tidak jauh dari arena tempat dilangsungkannya The Dreaming Festival, salah satu festival besar yang digelar di Woodford, salah satu kota kecil di negara bagian Queensland, Australia. Sebuah festival yang dilangsungkan di akhir minggu panjang di bulan Juni. Berlangsung selama tiga hari tiga malam.

[instagram-feed cols=8]
})(jQuery)