Top

Mobile Photography

Mobilephotography: StreetPhotography dengan Ponsel

Apa itu street photography ? Mengapa kemudian menjadi menarik ? Saat kamera fotografi menjadi begitu portabel dan mudah dalam mengoperasikannya, sebuah dunia baru terbuka, sebuah spirit street photography telah lahir, dan fotografi menjadi lebih demokratis. Selain berbincang street photography, saya juga akan berbincang tentang pemakaian ponsel untuk keperluan ini, serta pengolahan foto di dalam app ponsel. Selengkpnya lihat juga di diskripsi video ini di YOUTUBE ...

Apa itu street photography ? ...

Read More

MobilePhotography : Mengapa Fotografi Ponsel

Di kesempatan ini saya akan membicarakan tentang mobilephotography atau fotografi ponsel dan mengapa itu menjadi menarik di era digital ini. Selain menyinggung pemakaian foto ponsel di ranah editorial, saya juga akan bercerita tentang kopi Gayo yang terkenal itu, tentu melalui foto-foto ponsel. Apabila ada pendapat lain atau komentar, silakan jangan ragu untuk berbagi dan belajar bersama. Semoga bisa bermanfaat. 📱 📸 ☕️ Selengkpnya lihat juga di diskripsi video ini di YOUTUBE ...

Di kesempatan ini saya ak...

Read More

Mobilephotography : Memotret Tanaman dengan Ponsel

Video ini memberikan informasi berkaitan dengan pemanfaatan kamera ponsel atau handphone untuk pemotretan tanaman. Selain sedikit masalah fotografi saya juga memberikan tutorial mengenai bagaimana mengolah foto tersebut di dalam ponsel. Foto yang lain bisa dilihat di : https://www.instagram.com/menanamhati/ Selengkpnya lihat juga di diskripsi video ini di YOUTUBE ...

Video ini memberikan informas...

Read More

VR 360°, Cara Baru dalam Bercerita

Sekitar satu dekade yang lalu, saya berkesempatan untuk berkenalan dengan Virtual Reality 360° (VR 360°) Photography. Sebuah teknik yang memungkinkan untuk melihat secara interaktif dari sebuah foto panorama sudut lebar yang memberikan pandangan 360° dan menyajikan pemandangan secara spherical. Beberapa situs penginapan di Australia, waktu itu memakainya untuk memberikan informasi kepada calon tamu melalui website mereka dengan foto-foto VR 360°. Harapannya tentu saja calon konsumen ini akan mendapat informasi tentang ruang tempat mereka akan menginap dengan lebih detil. Bukan sekedar mendapat mendapat informasi dari foto-foto dua dimensi yang biasanya lebih bagus dari kondisi sebenarnya. Perjumpaan tanpa sengaja inilah yang membuat saya ingin tahu lebih jauh tentang fotografi VR 360°. [caption id="attachment_3432" align="aligncenter" width="1224"] Pemandangan secara spherical adalah pemandangan yang diperoleh ketika kita...

Sekitar satu dekade yang lalu,...

Read More

Fotografi Anak : #KeylaLife

Little girls are the nicest things that happen to people. They are born with a little bit of angelshine about them, and though it wears thin sometimes there is always enough left to lasso your heart-Alan Beck Barangkali kutipan tersebut merupakan ungkapan yang begitu sesuai untuk melukiskan gadis kecil dan juga anak pada umumnya. Sebagian besar orang tua akan merasakan hal yang serupa. Selalu memandangnya penuh kagum saat mereka tumbuh. Namun sayangnya, masa tersebut tidaklah lama. Setelah dia beranjak dewasa dan mulai mencari dunianya sendiri, bisa mungkin akan menjadi berbeda. Itulah yang awal pemikiran saya ketika memulai projek #KeylaLife. Sebuah tagar yang saya sertakan di keterangan foto saat mengunggah foto ke akun instagram. Foto-foto keseharian anak yang saya panggil 'Keyla'. Mengabadikan berbagai momen...

Little girls are the nicest th...

Read More

The Beauty of Smartphone Photography

Captured moment: A photo by Forbes Indonesia photo editor Ahmad “Roni” Zamroni, one of four photojournalists behind the recently launched smartphone photography book NESW. Courtesy of Ahmad Zamroni

Captured moment: A photo by Forbes Indonesia photo editor Ahmad “Roni” Zamroni, one of four photojournalists behind the recently launched smartphone photography book NESW. Courtesy of Ahmad Zamroni

 

 

Warning death knells tolled for quality photojournalism when major US newspaper Chicago Sun-Times replaced its entire photography staff with iPhone-wielding reporters in May last year.

But for Dita Alangkara, Associated Press chief photographer for Indonesia, trading his high-precision DSLR camera for an iPhone recalls the adrenaline-fuelled early days on the job — before the deadline and technical demands of newsgathering turned photography into mechanical point-and-shoot.

Shooting with a cell phone camera is akin to discovering a new toy, says Dita, as its limitations — slower shutter response, lower resolution and absence of long-range lenses — ups the creative and technical ante.

He is one of four photojournalists behind the recently launched smartphone photography book NESW (short for North East South West) along with Kompas daily photographer Yuniadhi Agung; Mast Irham, European Pressphoto Agency’s chief photographer for Indonesia; and Forbes Indonesia photo editor Ahmad “Roni” Zamroni.

SE Asia Live, Interview with Jakarta Based Photographer, Ahmad Zamroni.

SE Asia Live NESW Photo Book Taken Entirely using a Camera Phone: Interview with Jakarta Based Photographer, Ahmad Zamroni.   Tell us about NESW.  What specific theme or idea did you wanted to convey with NESW and what motivated you to pursue it? Explain the significance of the title NESW. The title North, East, South, West was chosen to represent us: Ahmad Zamroni (Forbes Indonesia Photo Editor), Dita Alangkara (Chief Photographer of AP Indonesia), Yuniadhi Agung (Kompas Daily Photographer) and Mast Irham (Chief Photographer, EPA Indonesia); whom all work as a photojournalist and have a different style in communicating through photography.  The title is also a cardinal sign that symbolizes guidance to those seeking directions.  We aim not to differentiate one another, but rather to compliment each...

SE Asia Live NESW Photo Book ...

Read More

Instagram, Angin Baru di Dunia Fotografi

[eltd_dropcaps type="normal" color="red" background_color=""]P[/eltd_dropcaps]ernahkah anda membayangkan memotret memakai kamera Polaroid SX-70 dengan film Polaroid 600 yang sudah expired untuk mendapatkan efek fotografis yang sekarang sangat dikenal dengan Earlybird Filter. Atau memotret menggunakan kamera Holga dengan film Ektachrome yang kemudian dilakukan Cross-Processed saat memproses film untuk mendapatkan efek Lomo-Fi Filter. Dan sekaligus memakai Holgaroid dengan film Polaroid 80 Chocolate untuk mendapat efek Sutro Filter. Juga menggunakan Lomo LC-A+ dengan film Velvia 50 untuk mendapatkan efekX-Pro II Filter. Bagaimana  membawa kamera-kamera lama itu semua ditambah dengan film-film ‘lawas’ dan melakukan hunting foto di waktu yang sama? Merepotlkan sekali bukan. Namun hal itulah yang terjadi sekarang pada sebuah teknologi Instagram. Hal yang barangkali sangat sulit kita bayangkan pada satu dasawarsa yang lalu. Berbagai macam jenis kamera dan film dalam satu device kecil...

[eltd_dropcaps type="normal" c...

Read More

Sunrise for Gayo Coffee

At 2,000 meters above sea level, the moun- tains are high enough to trap the clouds, which nestle in the hills around Laut Tawar Lake in Central Aceh just before dawn. As the sun rises over the hills, the temperature climbs from a chilly 18 degrees and the cloud dissipates, revealing a wide vista of lush green coffee plants spread out over thousands of hectares up the hillsides surround- ing the lake.   This area is home to Gayo coffee, among the most sought-after coffees in the world. To be sure, other Indonesian coffees are more widely known, such Sulawesi Toraja, Sumatra Mandheling and even the notorious Kopi Luwak. Yet Gayo’s star is rising, especially amongst those who are looking for organic...

At 2,000 meters above sea ...

Read More