Top
Menuju Keheningan Milford Sound, New Zealand | AZ's Blog
fade
100292
post-template-default,single,single-post,postid-100292,single-format-standard,eltd-core-1.1.2,flow-ver-1.4,,eltd-smooth-page-transitions,ajax,eltd-blog-installed,page-template-blog-standard,eltd-header-standard,eltd-fixed-on-scroll,eltd-default-mobile-header,eltd-sticky-up-mobile-header,eltd-dropdown-slide-from-bottom,wpb-js-composer js-comp-ver-5.4.7,vc_responsive
AZ's Blog | Indonesia Photograher / Editorial  / Menuju Keheningan Milford Sound, New Zealand

Menuju Keheningan Milford Sound, New Zealand

Cuaca mendung yang muram ketika kami memulai perjalanan pagi itu. Dingin juga belum beranjak pergi. Jalanan basah oleh lapisan es yang meleleh, sisa hujan semalam. Tidak ada ‘black ice’, sebutan untuk kristal es yang menempel di aspal dan membuat licin jalan, sedikit membuat saya lega. Deretan pegunungan Alpen Selatan tampak gagah di sepanjang kiri dan kanan jalan yang dilalui. Ujung dan sebagian besar tubuhnya memutih karena salju. Padang rumput juga tidak terlalu menghijau. Coklat-kekuningan dengan kristal-kristal es tipis menempel di helai daunnya. Seakan bercerita kepada kami akan perjuangannya di musim ini. Biri-biri, sapi, dan kuda menjadi pemandangan pagi itu ketika melawati peternakan alam milik penduduk setempat.

Pagi di Hotel di Riversdale, 94 state highway. Photo by Ahmad Zamroni/HKV
Campervan – Mengisi bahan bakar. Photo by Ahmad Zamroni/HKV

Walaupun jalanan lengang, saya tidak begitu tertarik memacu mobil berkapasitas 2200 cc ini. Pemandangan yang indah, begitu sayang untuk dilewatkan sepanjang jalur 94, state highway yang saya lalui, menuju kota tujuan kami berikutnya Te Anau dan Milford Sound. Kota Te Anau yang berada di bagian barat daya Pulau Selatan, Selandia Baru. Kota yang terletak di tepi danau Te Anau ini cukup terkenal karena merupakan pintu masuk menuju Taman Nasional Fiordland. Taman nasional yang paling luas dan sangat pupuler di negeri ini.

Biri-Biri – Ratusan biri-biri merumput di kaki pegunungan di Jalur menuju Te Anau, Selandia Baru.
Padang rumput di musim dingin. Photo by Ahmad Zamroni/HKV

Semalam, setelah merasa lelah berkendara, kami memarkir campervan, kendaraan yang sekaligus berfungsi sebagi tempat tinggal, di pinggir jalan. Di sebuah tempat parkir, di Kota Gore, yang berjarak sekitar 152 km dari Kota Dunedin, tempat kami singgah sebelumnya. Lumayan, paling tidak kami bisa menghemat sekitar $30 untuk tarif holliday park, tempat yang biasa digunakan para pelancong yang menggunakan campervan maupun caravan untuk parkir dan menginap. Oh ya, saya sebut kami disini karena saya tidak sendiri melakukan perjalanan ini. Saya bersama istri dan putra kami. Karena itulah, menyewa campervan menjadi pilihan yang menarik dan relatif lebih ekonomis, walau juga tak bisa dikatakan murah.

Vegetasi denga butiran es. Photo by Ahmad Zamroni/HKV

Setelah kurang lebih 2,5 jam perjalanan kami akhirnya mencapai Kota Te Anau. Di kota yang berpenduduk sekitar 2500 jiwa ini, wisata merupakan industri utama. Lebih dari separuh penduduknya bekerja di sektor ini. Sebagaian besar penduduknya adalah orang-orang keturunan eropa. Sedikit sekali orang Maori, penduduk asli Selandia Baru yang tinggal di tempat ini.
Setelah memasuki Kota Te Anau, hal yang pertama kali saya lakukan yaitu mengunjungi kantor informasi Fiordland National Park. Selain mempunyai brosur-brosur dan buku-buku tentang kawasan Fiordland, kantor ini juga menyediakan banyak informasi dengan teater kecil untuk memutar film tentang taman nasional dan diorama sederhana tentang sejarah Fiordland baik dari jaman dulu atau setelah datangnya orang eropa yang diawali dengan kedatangan Kapten James Cook tahun 1769 di kawasan ini.
Taman Nasional Fiordland yang menjadi taman nasional terluas di negeri kiwi ini, terletak di ujung barat daya Pulau Selatan, Selandia Baru. Keunikan kawasan yang memili luas sekitar 12.500 km2 yaitu memiliki banyak fiord yang berasal dari bahasa Skandinavia fjord, atau sebagian orang Inggris menyebutnya sound. Fiord atau Fjord adalah teluk yang berupa saluran panjang, sempit, diapit oleh tebing-tebing tinggi yang terbentuk oleh aktivitas glasial. Di kawasan yang masih merupakan bagian dari jalur pegunungan Southern Alps (Alpen Selatan) memiliki dua fiord yang terkenal yakni Milford Sound dan Doubtful Sound. Milford Sound terletak di bagian utara, sedangkan Doubtful Sound terletak dibagian selatan. Doubtful Sound memiliki teluk lebih panjang dan lebih alami, sekaligus juga lebih sulit dijangkau. Sedangkan Piopiotahi, sebutan orang Maori untuk Milford Sound memiliki teluk lebih pendek namun relatif lebih mudah aksesnya dibanding Doubtful Sound.

Tebing-tebing tinggi yang terbentuk oleh aktivitas glasial. Photo by Ahmad Zamroni/HKV

Ada tiga cara untuk menjelajahi Milford Sound yang dipercaya oleh orang Maori sebagi tempat hidup para peri. Pertama dengan berjalan kaki atau orang sini menyebut aktifitas ini dengan tramping, mengikuti jalur Milford Track yang mempunyai jarak tempuh sekitar 53 km. Jalur ini sangatlah terkenal. Salah satu majalah outdoor terkemuka di London bahkan memasukkan jalur hiking ini menjadi ‘the greates walk in the world’. Pada musim panas jalur ini sangat ramai dikunjungi para pelancong yang haus akan petualangan. Dibutuhkan waktu sekitar 4 hari untuk menikmati jalur ini. Namun pada musim dingin, jalur ini menjadi begitu sulit untuk dijelajahi. Selain cuaca yang tidak bersahabat juga salju-salju yang menutup jalur ini. Bahkan Departemen Konservasi yang mengelola tempat ini, menutup jalur ini pada musim dingin. Cara kedua, yaitu dengan menggunakan helicopter atau pesawat kecil untuk menikmati keindahan Milford Sound dari udara dan cara ketiga, cara yang paling populer dilakukan wisatawan yaitu dengan mengendarai mobil, baik sendiri atau dengan jasa operator wisata ke Milford, kemudian dengan kapal pesiar menjelajahi Milford Sound. Cara terakhir ini akhirnya yang kami pilih.

Te Anau – Milford Sound. Photo by Ahmad Zamroni/HKV
Dermaga dan kapal pesiar tempat dimulainya petualangan di Milford Sound. Photo by Ahmad Zamroni/HKV

Setelah melewati istirahat malam yang panjang di holliday park yang terletak di dekat danau Te Anau kami berencana untuk melanjutkan perjalanan menuju Milford. Kabut yang tebal dengan hembusan angin di musim dingin yang begitu menusuk, tidak menyurutkan semangat kami untuk pergi ke tempat yang paling populer dikunjungi wisatawan. Pelabuhan Milford, yang menjadi awal pengarungan teluk Milford berjarak sekitar 121 km dari Te Anau. Apabila cuaca bagus jarak tersebut bisa ditempuh kurang lebih 1,5 jam. Namun di musim dingin jarak temuh bisa menjadi dua kali lipat karena es yang membuat kondisi jalan licin. Bahkan tidak jarang Milford Highway ini ditutup untuk umum apabila cuaca buruk dikarenakan hujan salju.
Hari itu rasanya kami cukup beruntung. Cuaca yang bagus semalam dimana tidak ada hujan salju atau guguran salju memungkinkan bagi kami untuk menyusuri Te Anau-Milford Higway. Jalan raya ini dibangun diantara lembah-lembah jalur pegunungan Alpen Selatan. Berkelok-kelok menyesuakian punggung pegunungan yang ada dengan beberapa tanjakan terjal. Jalanan yang halus dan nyaris tanpa lobang ini sengaja ditaburin kerikil-kerikil agar aman dilewati. Saat musim dingin, cuaca disini bisa berubah-ubah cukup ekstrim. Tidak jarang permukaan aspal ini akan tertutup kristal es tipis yang sepintas tidak terlalu kentara karena warna hitam aspal jalan. Batu kerikil sengaja ditebar untuk memecah kristal-kristal es yang menempel di aspal. Kami juga mempersiapkan rantai salju yang dipasang di roda apabila salju cukup tebal menutup badan jalan. Namun kami berdoa untuk tidak menggunakannya.

Putih salju dengan dinding-dinding terjal gunung yang menjulang, menjadi hiasan perjalanan kami. Lebih dari 200 hari tiap tahunnya hujan terjadi di kawasan ini. Karena curah hujan yang tinggi serta sinar matahari yang cukup, di tempat ini masih bisa dijumpai beberapa kawasan hutan tropis sepanjang jalan menuju Milford.

Gunung Mitre (kiri) yang tumbuh menjulang setinggi 1692 m. Photo by Ahmad Zamroni/HKV

Sekitar pukul 12 siang, kami mencapai dermaga Milford. Setelah membeli tiket kami bergegas masuk kapal wisata tersebut. Ada beberapa operator yang menyediakan jasa pengarungan di Milford Sound. Tarif per orang $80 untuk dewasa, $30 untuk anak-anak, dan gratis untuk anak-anak berumur kurang dari 4 tahun. Perjalan menyusuri teluk Milford ini akan memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan.
Cuaca sangat cerah ketika memulai pengarungan Milford Sound. Sangat kontras sekali dengan cuaca Te-Anau yang lebih banyak kabut dan muram. Pemandangan pertama, kami disambut dengan panorama yang memuka dari Gunung Mitre yang tumbuh menjulang setinggi 1692 m, keluar dari tubuh air yang tenang dan senyap. Suasana begitu hening disini, air teluk yang nyaris tanpa riak dan kelam, serta tebing-tebing yang curam dan tinggi benar-benar membuat kami terpana. Teluk ini mempunyai panjang sekitar 15 km menuju Laut Tasman. Dinding-dinding yang berada di sepanjang jalur air ini bisa mencapai ribuan meter. Selain musim dingin, pengunjung bisa bermain kano atau kayak di tempat ini.

Burung Kea , burung beo besar yang ditemukan di kawasan hutan dan pegunungan di Pulau Selatan Selandia Baru. Photo by Ahmad Zamroni/HKV
Singa laut sedang berjemur. Photo by Ahmad Zamroni/HKV

Selain gunung-gunung yang seakan tumbuh dari air serta tebing-tebing yang menjulang. Kita juga bisa menyaksikan air terjuan Stirling Falls. Air terjun ini jatuh dari ketinggian sekitar 155 m. Jika beruntung kita juga bisa melihat lumba-lumba atau singa laut yang biasa masuk ke teluk ini dari Laut Tasman.

Daun Nothofagus fusca (New Zealand Red Beech) yang berlapis salju saat musim dingin. Pohon yang bisa mencapai 35 meter ini merupakan tananman endemik kawasan Fiordland, New Zealand. Photo by Ahmad Zamroni/HKV

Dua jam berlalu dengan cepat dalam perjalanan yang indah ini. Setelah menyaksikan lekuk-lekuk Milford Sound dalam keheningannya, akhirnya kami harus kembali lagi ke Kota Te Anau untuk melanjutkan perjalanan kami berikutnya. Tetapi sebelumnya, kami menyempatkan diri untuk singgah di salah satu tempat yang tidak kalah terkenal dengan Milford Sound yaitu Mirror Lake, yang terletak di tepi jalan raya antara Milford-Te Anau. Sebuah tempat yang sederhana dengan dermaga kecil yang dibuat menjorok ke arah danau. Airnya yang menghitam karena gelap, seakan menjadi cermin alam yang begitu menawan. Memantulkan dengan jernih puncak-puncak gunung yang berderet di kawasan Fiordland. Dua hari ini begitu luar biasa. Terasa begitu sempurna dan menakjubkan. Seakan tidak percaya, bahwa kami sekarang sedang menikmati indahnya alam, yang berada hampir di ujung selatan dunia dan juga nyaris di ujung timur sebuah peta dunia, dimana matahari paling awal bersinar dan waktu dimulai. (Naskah dan Foto oleh Ahmad Zamroni)

Pegunungan Fiordland dari Mirror Lake. Photo by Ahmad Zamroni/HKV
Informasi Tambahan

Waktu Berkunjung
Sebenarnya tidak ada waktu yang kurang tepat untuk mengunjungi tempat ini. Setiap musim memiliki keunikannya tersendiri. Musim semi jatuh sekitar bulan September, Oktober, Nopember. Musim panas di bulan Desember, Januari, Februari. Musim gugugur di bulan Maret, April, Mei. Sedangkan musim dingin sekitar bulan Juni, Juli, Agustus. Musim panas menjadi pilihan terpopuler bagi wisatawan. Pengunjung bisa melakukan banyak hal di musim panas, namun tentunya beberapa lokasi wisata akan ramai sekali.
Musim dingin menjadi pilihan bagi sedikit wisatawan. Di musim ini tidak semua aktivitas bisa dilakukan namun pengunjung akan dengan santai menikmati alam tanpa terganggu oleh banyaknya wisatawan yang berkunjung. Juga, tarif-tarif penginapan maupun paket-paket wisata bisa lebih murah sampai 50% dari harga biasanya di musim ini. Bila berencana berkunjung di musim dingin anda perlu mempersiapkan pakaian yang susai untuk menghangatkan tubuh. Juga pastikan anda mengikuti informasi cuaca harian yang biasanya disediakan di masing-masing resepsionis tempat anda menginap atau kantor layanan informasi (i-site) terdekat.

Mencapai Te Anau dan Milford Sound
Te Anau terletak sekitar 290 km di sebelah barat daya Kota Dunedine dan sekitar 170 km dari Kota Queenstown. Beberapa operator bis melayani jalur ke Te-anau dari Queenstown atau Dunedine. Bila anda memilih melakukan perjalan sendiri, anda bisa menyusuri jalan raya 94 dari Dunedine dengan jarak tempuk sekitar 4 jam. Te Anau jg bisa dicapai dengan menempuh jalan raya 6, 97, dan 94 dari Queenstown yang memiliki jarak tempuh sekitar 2,5 jam perjalanan. Perjalanan disini sangatlah aman dengan rambu-rambu penunjuk jalan yang cukup jelas. Paket wisata juga banyak disediakan, sehingga memudahkan kita untuk mencapai Te Anau dan Milford Sound. Anda tinggal mengunjungi kantor layanan informasi wisata i-site dan bisa melakukan reservasi di tempat ini. Bila anda terlalu sibuk dan tidak mempunyai banyak waktu, perjalanan menggunakan helikopter atau pesawat kecil yang disediakan operator wisata bisa menjadi pilihan yang sangat menarik.

Milford Sound dari Te Anau ditempuh dengan 2,5 jam perjalan melewati jalur pegunungan. Apabila anda tidak cukup percaya diri membawa mobil sendiri, anda bisa menggunakan bis yang melayani jalur ini dua kali sehari. Beberapa operator wisata juga melayani jalur ini dengan menggunakan minibus dan siap menjemput dimana anda memesannya. Menggunakan jasa operator wisata semacam ini sangat aman khususnya saat musim dingin dengan kondisi jalan yang licin.

Penginapan
Banyak hotel, motel, hostel, atau tempat berkemah di Te Anau, namun jika berencana berkunjung saat peak season di musim panas (Desember-Pebruari), reservasi sangat diperlukan.

Makanan
Te Anau, sebagai kota wisata memiliki banyak restauran dan kafe. Namun demikian harga makanan disini bagi rata-rata orang Indonesia akan terasa mahal. Makanan disini dijual sekitar $10-$20, namun disaat-saat tertentu beberapa tempat makan tersebut menyediakan menu murah yang biasanya ditulis di depan restauran atau kafe tersebut. Bila memungkinkan, memasak sendiri bisa menjadi cara yang sangat bagus untuk menghemat dolar.

Photo by Ahmad Zamroni/HKV

Situs-situs menarik untuk merencanakan perjalanan di Fiordland:
www.newzealand.com
www.isite.nz
www.fiordland.org.nz
www.teanau-milfordsound.co.nz
www.milford-sound.co.nz
www.realjourneys.co.nz
www.fiordlandnz.com
www.helicopter.co.nz
www.nakedbus.com
www.scenicshuttle.co.nz
www.toplinetours.co.nz
www.milfordtourswalks.co.nz
www.yha.co.nz

Photo by Ahmad Zamroni/HKV
Photo by Ahmad Zamroni/HKV
No Comments

Post a Comment

%d bloggers like this:
})(jQuery)