Torajan Funeral Ceremony

On a hot afternoon in a dusty, dry field, many rows of water buffalo are standing together patiently in the sun. With his left hand holding the first buffalo in the row by a short rope and his right hand softly stroking its head, a young Torajan with a broad bladed knife tucked into his waistband prepares himself for the ritual slaughter. Hundreds of guests and villagers are milling around but the rowdy crowd suddenly goes completely quiet. No one moves. All eyes are on the young man stroking the buffalo’s head. With lightning speed he pulls the broad blade from its sheath and slices down across the water buffalo’s neck. A split second later blood spurts from the wound and the buffalo sinks to its knees and falls over.

MATINGGORO. Dengan gerakan yang efektif, tukang potong kerbau 'matinggoro tedong' (menyembelih kerbau). Belati tajam diayunkan sekali dan leher kerbau pun terkoyak, limbung, dan mati.  Funeral, Toraja, Indonesia

Read the rest of this entry »

I know why the caged bird sings

Several weeks ago,  I edited a black and white photograph, as displayed in this article. I took this photo at Pramuka’s bird market, Jakarta. The next step, as an artwork, worthy of the title. I suddenly remembered a poem, along with strong memories of noisy chirping birds.

Should I be using social media ?

Picture: Flickr Creative Commons

Blogging and social networking websites like Facebook, twitter, and linkedIn are driving fundamental shifts in the ways we connect, communicate, share news, develop relationships, and influence opinion. So why are we not share

Read the rest of this entry »

Modern, Nyaman, Brisbane

Kemegahan sebuah kota yang berpadu dengan kenyamanan hidup di sebuah komunitas budaya.

Seorang pengunjung dengan topi khas daerah pedesaan di Australia menikmati salah satu permainan di Ekka, Brisbane.

Di senja yang cerah itu, untuk kesekian kalinya, saya mendatangi sebuah taman, di daerah New Farm. Tak ada banyak orang Saya meluaskan pandangan , menatap dari kejauhan Story Bridge megah diatas sungai Brisbane. Betapa mempesona. Angin di musim semi yang begitu sejuk  masih terasa dingin bagi orang di daerah tropis seperti saya.

Dibelakang jembatan itu, lampu jendela pencakar langit berpendar-pendar,

Read the rest of this entry »

Indonesia Blog Award from “Internet Sehat”

Woww.. amazing, baru beberapa jam pihak Internet Sehat Blog & Content Award (ISBA) 2010 mengumumkan award ini di media detik.com, langsung ratusan orang mengunjungi blog saya yang masih tergolong muda ini. Sungguh ini merupakan kegembiraan tersendiri menerima apresiasi ini dan mengetahui banyak pengunjung yang membaca tulisan-tulisan sederhana saya. Barangkali ini akan menjadi rekor jumlah pembaca yang mengunjungi blog ini.

Read the rest of this entry »

Baduy’s Honey Road

The Baduy (or Badui), who call themselves Kanekes, are a traditional community living in the western part of the Indonesian province of Banten, near Rangkasbitung. Their population of between 5,000 and 8,000 is centered in the Kendeng mountains at an elevation of 300-500 meters (975′-1,625′) above sea level. Their homeland in Banten, Java is contained in just 50 km² (20 sq. miles) of hilly fores.


Members of the Baduy tribe safeguard their traditional ways of life by resisting any form of modernity. They obey the entire set of custom, including traditional prohibitions.

Read the rest of this entry »

Baduy’s Honey Road (Print Version)

Read the rest of this entry »

The Denggal Dance

The Denggal dance is a special dance from Walsa tribe in Waris, part of Keerom district in Jayapura, Papua, Indonesia. This dance is performed before starting the process of making the sago flour.

The Walsa Tribe always performs The Danggal Dance accompanied by a song or the local call sanggal, the meaning is to celebrate and to communicate each other on the way to reach the celebration place.

Read the rest of this entry »

‘Survivor’ yang Terlupakan

Survivor

Belasan orang terdiam membisu. Sebagian mereka nyaris tanpa baju dengan tubuh merlumur lumpur dan mengering. Ada yang duduk dan berdiri. Namun mereka tidak berkata-kata, hanya memegang potret . Potret dari wajah-wajah yang bagi orang umum tidak begitu dikenal karena memang bukan portret public figure atau selebritis. Mereka adalah wajah-wajah dari korban lumpur di Sidoarjo yang juga dikenal dengan Lumpur Lapindo. Itulah “Survivor” sebuah art performance yang disuguhkan seniman Dadang Christanto dalam penutupan Biennale Jogja X yang digelar beberapa bulan yang lalu.

Read the rest of this entry »

Gajah di Riau

Vera, salah satu anak gajah di PLG Tahura, Minas.


Teks dan foto: Ahmad Zamroni

Nasib gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) di Riau tidaklah terlalu menggembirakan. Keberadaan mereka sekarang seakan menjadi sebuah dilema.

Bila kita tengok di Pusat Konservasi Gajah Sultan Syarif Hasyim atau juga dikenal dengan Pusat Latihan Gajah (PLG) Tahura, Minas, Riau, kehidupan puluhan hewan mamalia darat raksasa ini cukup menarik. Melihat mereka saat  mandi di sungai atau menjelajah hutan di atas punggung gajah-gajah yang sudah terlatih tersebut, menjadi hiburan tersendiri. Duduk dan bercanda ditemani anak gajah yang lucu menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Namun disisi lain konflik yang terjadi antara manusia dengan gajah juga semakin meningkat setiap tahunnya. Bahkan beberapa pekan waktu silam kawanan gajah mengamuk di permukiman Kelurahan Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Tiga rumah serta puluhan hektar perkebunan rusak.  Bahkan amukan gajah tersebut memaksa anak-anak dan wanita untuk diungsikan ke kantor kelurahan selama dua pekan.

Read the rest of this entry »

Copy Protected by Tech Tips's CopyProtect Wordpress Blogs.