Cheng Ho (Zheng He)
Jun 8, 2010 Photography, Photojournalism
Cheng Ho dikenal sebagai pemimpin yang handal, cerdik, arif dan mahir dalam ilmu pelayaran, juga pemeluk agama Islam yang tekun. Hal tersebut menyebabkan Cheng Ho dipilih menjadi pemimpin dalam Misi Perdamaian, membuka jalur baru yang sangat diperlukan demi melancarkan perdagangan, menjalin hubungan diplomasi persahabatan, dan tukar menukar kemajuan teknologi kepada negara-negara tetangga, termasuk negara-negara Islam yang ada di semenanjung lautan Hindia.
Misi perdamaian Cheng Ho berangkat pada bulan Juli 1405, 600 tahun yang silam, dengan terdiri lebih dari 200 armada. Misi Perdamaian ini juga singgah di Bukit Simongan Semarang. Cheng ho kemudian mendapat gelar Sam Poo Tay Djien* dan untuk menghormatinya didirikan tempat ibadah – Klenteng Gedung Batu – yang juga disebut Sam Poo Kong. Selama beratus-ratus tahun, Klenteng Sam Poo Kong telah menjadi tempat tujuan wisatawan dan peziarah dari seluruh dunia untuk memperingati Laksamana Cheng Ho. Perayaan 600 tahun pelayaran legendaris menjelajah lautan oleh Laksamana Cheng Ho dirayakan oleh negara-negara yang pernah disinggahi oleh Cheng Ho. Indonesia juga turut serta memeriahkan perayaan ini dengan menyelenggarakan berbagai macam kegiatan menarik yang dipusatkan di Semarang.
*Para pakar sejarah menganggap fakta keberadaan Cheng Ho ke Semarang lemah.
The Flash Player and a browser with Javascript support are needed..
Related posts:
- Tangisan Serigala Setelah Memenangkan Lomba Foto
- ‘Survivor’ yang Terlupakan
- Gajah di Riau
- Indonesia’s Historic Poll
- Modern, Nyaman, Brisbane
Tags: Cheng Ho, Klenteng Gedung Batu, Photography, Photojournalism, Sam Poo Kong, Semarang, Zheng He















