‘Survivor’ yang Terlupakan
Feb 23, 2010 Articles, Photography, Photojournalism

Survivor
Belasan orang terdiam membisu. Sebagian mereka nyaris tanpa baju dengan tubuh merlumur lumpur dan mengering. Ada yang duduk dan berdiri. Namun mereka tidak berkata-kata, hanya memegang potret . Potret dari wajah-wajah yang bagi orang umum tidak begitu dikenal karena memang bukan portret public figure atau selebritis. Mereka adalah wajah-wajah dari korban lumpur di Sidoarjo yang juga dikenal dengan Lumpur Lapindo. Itulah “Survivor” sebuah art performance yang disuguhkan seniman Dadang Christanto dalam penutupan Biennale Jogja X yang digelar beberapa bulan yang lalu.
“Survivor” kali ini merupakan pertunjukan ketiga bagi seniman Indonesia yang bermukim di Brisbane, Australia ini. Sebelumnya, karya seniman kelahiran Tegal, Jawa Tengah, Tahun 1957, pernah ditampilkan di Jakarta tahun 2008 saat peringatan hari HAM se-Dunia dan sekitar bulan Agustus 2009 di Sydney. Pertunjukan dengan judul Suvivor ini merupak sebuah reaksi dari bencana lingkungan yang berlangsung di Sidoarjo yang dimulai dari sekitar bulan Mei 2006 hingga hari ini. Sebagian orang menganggapnya sebuah bencana alam, sebagian lain menyalahkan PT Lapindo Brantas, perusahaan eksplorasi minyak di lokasi tersebut, yang melakukan kesalahan pengeboran. Namun apapun, sekitar 11 desa terkubur lumpur. Jutaan orang kehilangan rumah, terendam lumpur bersama cerita hidup dan mimpi-mimpi mereka. Tidak sedikit pula dari mereka, mati dalam keputusasaan.
Barangkali itulah yang ingin disampaikan seniman yang karyanya banyak dikoleksi oleh galeri dan museum terkemuka di banyak negara ini, dalam penampilan ketiganya “Survivor” ini. Mengingatkan kembali sebuah drama yang memilukan, yang sebenarnya belum juga usai. Akan masih banyaknya saudara-saudara sebangsa yang berjuang untuk tetap hidup setelah masa depannya terkubur lumpur. Mengajak kita untuk tidak cepat lupa diantara riuhnya tayangan politainment yang begitu hiruk pikuk belakangan ini.










[ad]
Related posts:
- Modern, Nyaman, Brisbane
- Tangisan Serigala Setelah Memenangkan Lomba Foto
- Indonesia Blog Award from “Internet Sehat”
- LEMBANG MA’DONG – Keindahan, Keramahan, dan Kesederhanaan Tana Toraja
- VR Photography
Tags: Art, Biennale Jogja X, Brisbane, Dadang Cristanto, Indonesia, Queensland, Survivor













